pomosda bem
SELAMAT DATANG ..................!!!
Selamat datang di Blog Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STT POMOSDA (Sekolah Tinggi Teknologi Pondok Modern Sumber Daya At-Taqwa) tahun akademik 2008/2009
Melalui Blog ini Anda akan mendapatkan Berbagai informasi tentang BEM STT POMOSDA.
INFORMASI UNTUK CIVITAS STT POMOSDA
Untuk semua mahasiswa STT POMOSDA, kami informasikan bahwa tanggal 23 Januari 2009 akan diadakan JALAN SEHAT bersama, mohon untuk bisa meramekannya.
Berita Umum

Kemarin, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Negeri Malang (BEM UM menyelenggarakan kegiatan berskala nasional. Acara yang diadakan di penghujung kepengurusan ini cukup menguras perhatian dan tenaga pengurus BEM UM, pasalnya acara berskala nasional ini mengundang BEM-BEM yang ada di Indonesia. Acara yang bertajuk Seminar Nasional dan Lokakarya BEM Indonesia 2008 ini bertemakan: Kepemimpinan Nasional Pascapemilu 2009 menuju Kemandirian Perekonomian Bangsa. Acara ini digelar 3 hari 2 malam, mulai Sabtu 29 November 2008 hingga Senin 1 Desember 2008. Acara ini dibuka dengan gelaran Seminar Nasional. Seminar nasional dibuka langsung oleh rektor UM, Prof. Dr. H Soeparno dan terdiri dari dua sesi. Peserta yang mengikuti sekitar 300 orang, termasuk di dalamnya utusan dari BEM-BEM yang ada di Indonesia.
Seminar yang diselenggarakan di aula utama A3 lantai 2 ini menghadirkan tiga pemateri. Seminar sesi pertama menampilkan dua orang pemateri, yaitu Ir. Dwi Condro Triono, M.Ag, beliau adalah seorang dosen luar biasa UGM pada konsentrasi ekonomi Islam, juga tergabung dalam Asosiasi Peneliti Ekonomi Syariah SEM-Institute Jakarta dan kandidat doktor Universiti of Malaya. Pemateri yang disandingkan dengan beliau adalah Hendri Saparini, PhD, pengamat ekonomi dari Econit Jakarta. Seminar yang dimoderatori oleh Satia Nur Maharani, SE, M.Si, Ak yang juga dosen FE UM ini berlangsung cukup hangat, partisipasi peserta yang aktif bertanya membuat forum ini semkain hidup. Dalam materi yang disajikan, Ir Dwi Condro Triono, M.Ag menyatakan bahwa sistem ekonomi kapitalis yang sedang bercokol saat ini memiliki mekanisme yang pada akhirnya seluruh harta kekayaan akan terfokus pada akumulasi kapital.
Sistematika ekonomi yang diserahkan pada pasar bebas akan membuat sirkulasi perekonomian tidak berjalan lancar, laju alir modal dan uang tidak akan dapat mengalir secara ‘sehat’, yang terjadi adalah penggelembungan pada titik tertentu. Lebih lanjut, manager Syariah Advertising-Jakarta ini memberikan solusi pada akhir penyajian materi, sistem ekonomi Islamlah sebagai solusi. Dalam sistem ekonomi islam, seluruh harta kekayaan memiliki ranah masing-masing. Ada kepemilikan individu, kepemilikan umum, dan kepemilikan negara. Dalam sistem ekonomi Islam, ada baitul mal yang berfungsi untuk memenuhi berbagai kebutuhan, kebutuhan pokok masyarakat seperti pendidikan, kesehatan dan keamanan. Juga kebutuhan pokok individu seperti sandang, pangan, dan papan, juga digunakan untuk memenuhi kebutuhan pembangunan industri berat, infrastruktur, dan belanja negara, kebutuhan permodalan untuk usaha, kebutuhan simpan pinjam, kebutuhan transfer dan jasa lainnya. Ditanggapi oleh pemateri kedua yakni Hendri Saparini, PhD menyatakan sependapat dengan solusi yang ditawarkan oleh Ir. Dwi Condro Triono, M.Ag. Ditambahkan juga data-data statistik tentang perekonomian dunia, dimana krisis diramalkan akan semakin lama dan dalam jika dibandingkan dengan krisis 1998 lalu.
* Sesi kedua seminar ini dimoderatori oleh Afwan Hariri, SE, M.Si yang juga dosen FE UM. Hadir sebagai pemateri, Ir. Marwan Batubara, M.Sc anggota DPR RI/ komite penyelamat kekayaan negara. Dalam paparan materi yang disajikan, mantan general manager Indosat ini menyimpulkan bahwa perlu adanya reformasi total pengelolaan sumber daya ekonomi. Antara lain: (1) mereformasi pondasi kebijakan, khususnya di bidang investasi, pertambangan, dan energi sehingga sesuai dengan jiwa konstitusi, (2) menekan pemerintah untuk berpihak pada kemandirian bangsa dalam setiap kebijakan, khususnya di bidang pengelolaan sumber daya ekonomi, (3) menggalang komitmen parlemen untuk melahirkan regulasi dan kebijakan pengelolaan sumber daya ekonomi yang pro rakyat, dan (4) membangun gerakan moral secara intensif dan berkesinambungan dengan melibatkan berbagai elemen bangsa untuk mereformasi pengelolaan sumber daya ekonomi dan aset-aset strategis bangsa.
* Setelah gelaran seminar nasional ini usai, rangakaian acara Semiloka BEM Indonesia 2008 ini masih berlanjut. Agenda selanjutnya bertempat di penginapan peserta, yakni di PSBB MAN 3 Malang. Malam hari, agenda yang disiapkan panitia adalah silaturahmi antar peserta. Acara ini juga dimeriahkan oleh hiburan An-Nashih yang beranggotakan mahasiswa UM. Acara ini dibuka langsung oleh PR III UM, Drs. Kadim Masjkur, M.Pd. Keesokan harinya adalah agenda untuk lokakarya. Lokakarya terbagi dalam dua sidang yakni sidang komisi dan sidang pleno dengan fokus utama pembahasan sesuai dengan tema yang diusung yakni: Menggagas Solusi Permasalahan Ekonomi Bangsa Menuju Indonesia yang lebih Baik. Peserta terbagi dalam 4 komisi yang telah ditentukan oleh panitia. Yakni komisi a dengan fokus konsentrasi pada sektor ekonomi mikro, komisi b pada sektor ekonomi makro, komisi c pada kesejahteraan rakyat, dan yang terakhir komisi d pada strategi dan aksi. Hasil pembahasan pada tiap-tiap komisi kemudian dibahas dalam sidang pleno. Dari hasil pembahasan pada sidang pleno, forum menyepakati bahwa rekomendasi yang sudah dihasilkan dalam lokakarya akan disampaikan ke DPRD kota Malang. Aksi yang sudah disepakati ini kemudian dilaksanakan keesokan harinya.
* Di tempat yang berbeda, ketua pelaksana Semiloka BEM Indonesia 2008, Indah Rahmawati, menyebutkan bahwa latar belakang acara ini adalah berangkat dari kondisi bangsa yang sedang menghadapi ancaman krisis ekonomi jilid 2. BEM UM merasa perlu untuk merespon permasalahan ini. Akhirnya muncul inisiatif untuk memberikan solusi yang sesuai dengan kapasitas BEM. Lebih lanjut, mahasiswa jurusan Kimia FMIPA UM ini menambahkan acara ini digelar dengan tujuan untuk membangun mindset mahasiswa untuk menyelesaikan permasalahan ekonomi bangsa. Menteri luar negeri BEM UM ini pun berharap agar rekomendasi yang telah dihasilkan dapat lolos di DPR RI dan menjadi pertimbangan dalam pengambilan kebijakan, dan semoga forum ini bermanfaat untuk bangsa dan negara sekaligus sebagai salah satu bentuk kontrol mahasiswa. Grienny Nuradhi Atmidha, penanggung jawab acara ini menambahkan bahwa acara ini bertujuan untuk membantu memecahkan permasalahan bangsa, memperluas jaringan BEM UM agar BEM UM yang akan datang tidak berangkat dari nol lagi dalam usaha pembentukan jaringan. Presiden mahasiswa ini pun menambahkan, acara ini didedikasikan untuk menambah wacana kritis mahasiswa UM pada khususnya.
Rangakian acara ini tidak kurang melibatkan 40 BEM yang ada di Indonesia, antara lain BEM dari Universitas Brawijaya Malang, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Widyagama Malang, Universitas Kanjuruhan Malang, Universitas Gajah Mada Yogyakarta, Universitas Sanata Darma Yogyakarta, Universitas Siliwangi Tasikmalaya, Poltek Perkapalan ITS Surabaya, IKIP Mataram, Universitas Wisnuwardhana Malang, IDIA Prenduan, Universitas Cokroaminoto Palopo, Universitas Ma Chung Malang, ISI Solo, Poltek Bali, STKIP Setia Budhi Rangkas Bitung, STKIP Nganjuk, Uniska Kediri, STKIP Pasuruan, STKIP Pontianak, Universitas Nusantara PGRI Kediri, STAIN Tulungagung, Universitas Muhammadiyah Jogja, Universitas Ahmad Dahlan Jogja.
Langganan:
Postingan (Atom)
